Menggungkap Fakta Menembus Cakrawala Dunia

Kisah sejarah NABI di abad ini hanya menjadi LEMBARAN - LEMBARAN sejarah yang berfungsi untuk dihafalkan untuk diceritakan sebagaimana adanya..

Manusia tidak lagi berusaha mengambil IBROH dari sebuah SEJARAH, apalagi melakukan suatu KONKORDANSI atas masalah keumatan saat ini..

Padahal isyarat NABI atas kelompok yang selamat adalah memiliki ciri - ciri:

SEBAGAIMANA AKU N SAHABATKU

yang sontak saja diklaim oleh sat kelompok sebagai HAK PATEN kelompok mereka, padahal apa yang NABI N SAHABAT lakukan sangat jauh dari apa yang mereka KLAIM..

1. Nabi berdakwah di mekah n menjadi MUSUH para PETINGGI MEKAH, sementara kelompok yang mengklaim justeru menjadi teman para PEMIMPIN2 ZHALIM LAGI FASIQ..

2. Sebelum menjadi NABI ia dikenal sebagai AL AMIN, namun setelah menjadi NABI ia dituduh TERKENA SIHIR, GILA dan ucapannya pun tidak lagi didengarkan masyarakat makkah, padahal sebelumnya mereka RELA atas keputusan MUHAMMAD terhadap HAJAR ASWAD..

Sementara kelompok pemilik HAK PATEN ini sejak awal hingga akhirnya tidak pernah mendapat penentangan serius dari kalangan para PEMIMPIN yang ZHOLIM, yang khawatir kezhalimannya akan tersingkap n menjadi terhina karennaya..

3. sahabat ANSHOR adalah kelommpok pertama yang membay'at NABI atas KEMATIAN..

Sementara pemiliki hak paten dakwah ini selalu saja dimanjakan dengan harta, kekayaan n kenyamanan hidup..

4. NABI n Sahabat berperang sebanyak 27 kali sepanjang 10 tahun di madinah, demi menjaga DIEN dari rongrongan pihak - pihak yang dirugikan oleh DAKWAH yang membebaskan manusia dari perbudakan ASHNAM, PEMIMPIN YANG DITUHANKAN N PARA RABBI YANG MEMPEROLEH KEUNTUNGAN atas umat..

Sementara pengklaim kelompok ini senantiasa menahan manusia untuk berjihad di jalannya, sebagaimana kebiasaan YAHUDI N MUNAFIQ di era NABI dahulu..

Lalu, dari sisi apakah engkau mengklaim memiliki HAK PATEN :


Malam ni saya menangis sorg diri tak sape yg tahu. Selepas tengok video ni. Terbayang wajah anak saya. Kuat semangat kamu ye adik. Saya tahu awak sakit walau pn tiada tangisan yg awk laungkan... anak saya sebaya awak dan comel mcm awak lah.

Tiap kali tekan PLAY. air mata saya menitis

Demi allah aku juga akan menjadi saksi setiap titik darah mu yg menitis itu di depan allah nanti.

Allahhuakhbar..

andaikan engkau anak prancis , pasti dunia akan berbela sungkawa atas penderitaanmu aduhai anakku tersayang.

Sayang engkau hanyalah anak dari tanah Suriah , hingga dunia buta tuli dan bisu atas penderitaaanmu.

Bahkan dunia memuji Rusia dan prancis yg menjatuhkan Bom bom nya ditanahmu dngn alasan menggempur Isis , padahal pangkalan isis 200 km jauh jaraknya dari wilayah sipil.

Allah sebaik baiknya penolong ,
Suami mempunyai fitrah mampu membawa pasangannya menuju puncak kenikmatan dalam setiap sesi jima 'atau hubungan pasutri. Namun dalam beberapa kes, isteri sering kali tidak mencapainya kerana beberapa sebab. Salah satu sebabnya mungkin sang suami mencabut duluan, sebelum sang isteri mencapai kepuasan dan kenikmatan dalam berhubungan.

Lalu bagaimana Islam memandang permasalahan seperti ini? Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jika seseorang di antara kamu berhubungan dengan isterinya, hendaklah ia lakukan dengan penuh kesungguhan. Jika ia menyelesaikan keperluannya sebelum istrinya mendapatkan kepuasan, maka janganlah ia tergesa-gesa mencabut hingga isterinya mendapatkan memuaskan hatinya juga ". (HR. Abdur Razaq dan Abu Ya'la, dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu)

Dalam hadis lain, Rasulullah juga bersabda, "Apabila salah seorang diantara kalian menggauli istrinya, maka hendaknya ia berlaku jujur. Barangkali ia mengakhiri hubungan sebelum isteri dipenuhi hajatnya, maka janganlah tergesa-gesa menamatkan hingga isteri dipenuhi hajatnya pula ". (HR. Al-Haitsami dalam Majma'uz Zawaid (IV; 295) dari Hadis Anas bin Malik)

Ada perbezaan besar antara suami dan isteri soal puncak jima '. Suami akan cepat lemah apabila selesai, dan tidak kuasa meneruskan jima '. Maka diperlukan komunikasi yang kuat antara suami dan isteri. Misalnya, sebelum "acara inti" bermula, pasangan suami-isteri melakukan pembukaan atau pemanasan yang agak lama, sehingga sang isteri sudah benar-benar selesa dan siap.

Ibnu Qudamah menjelaskan, "Kerana hal itu (yaitu membiarkan isteri tanpa orgasme) amat berbahaya dan boleh menghalangnya daripada memuaskan nafsu birahinya. Sangat dianjurkan melakukan permainan beberapa saat dengan isteri sebelum berhubungan intim untuk membangkitkan ghairah syahwatnya, sehingga ia boleh mendapatkan juga kenikmatan bersetubuh seperti yang dirasakan sang suami ".

Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz menjelaskan, "Jangan segera melakukan penetrasi terhadap isteri sebelum ia mengalami keghairahan seks seperti anda, agar anda tidak terlebih dahulu mengalami orgasme". Beliau melanjutkan, "Anda boleh mencium dan melakukan rangsangan lain, jika anda sudah melihat dia mengalami keghairahan yang sama dengan anda, sila anda menyetubuhinya".

Dari sini, perkara yang perlu dicermati oleh seorang suami adalah bahawa hubungan pasutrinya dengan isteri merupakan hubungan interaksi yang termasuk dalam konsep ta'awanu 'alal birri wat taqwa, bekerjasama dalam mencapai kebaikan dan ketakwaan.

Disitu ada kepentingan fitrah manusia, kepentingan menjaga kesucian diri, kepentingan mencari kepuasan secara halal, kepentingan membahagiakan pasangan, kepentingan menjaga keharmonian dan keutuhan rumah tangga serta setumpuk kepentingan yang lain.

Maka tidak boleh bagi seorang suami membiarkan isteri tanpa mencapai puncak kenikmatan. Seorang suami yang selalu menyelesaikan hajatnya dengan kurang memikirkan keperluan isterinya, maka hal itu jelas-jelas telah merosakkan banyak kemaslahatan tanpa dia sedari. Wallahu a'lam .. [AH / dbs]